TUGAS KELOMPOK MAKALAH BIOLOGI
TUMBUHAN LUMUT DAUN
BOTANI I
DISUSUN
OLEH :
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena segala rahmat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kelompok kuliah biologi yang
berjudul Tumbuhan lumut. Dalam laporan ini kami
juga mengucapkan terimakasih kepada
Bapak/Ibu dosen yang telah
membimbing kami dalam menulis laporan
ini. Dalam laporan ini kami membahas tentang
tumbuhan lumut yaitu lumut daun.
Kami menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat di dalam laporan
tugas kelompok ini, namun kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, agar laporan ini dapat lebih baik lagi.Semoga apa yang kami buat ini dapat memberikan tambahan ilmu
bagi para penulis dan pembaca pada umumnya. Akhir kata kami mengucapkan terimaksih .
xxxx, Maret 2012
Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
I.2
Maksud dan Tujuan
BAB II LANDASAN TEORI
II.1 Definisi Tumbuhan
Lumut
II.2 Karakteristik dan Ciri-ciri Umum
II.3 Pergiliran
Keturunan
BAB III LUMUT DAUAN
III.1 Definisi Lumut Daun (Bryopsida sp)
III.2 Ciri-ciri Lumut
Daun
III.3 Definisi Lumut Daun (Bryopsida
sp)
BAB IV PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Lumut
umumnya merupakan tumbuhan kecil, biasanya hanya beberapa mm sampai beberapa cm
saja. keberadaan lumut seringkali luput dari perhatian karena selain ukuranya
yang kecil, manfaat lumut bagi manusia secara langsung juga belum banyak
diketahui . namun demikian, lumut mempunyai peranan cukup penting bagi lingkungan
dan beberapa jenis-jenis hewan dan tumbuhan lainya. Lapisan lumut yang tebal
dipermukaan batang dapat membantu menangkap dan menyimpan air serta menjaga
kelembapan hutan. Lumut juga menyediakan tempat hidup bagi tumbuhan epifit
seperti berbagai jenis anggrek danpaku-pakuan serta bagi hewan-hewan kecil
seperti katak, kadal, siput, dan berbagai jenis serangga.
Tumbuhan lumut adalah tumbuhan darat sejati, walaupun
masih banyak yang menyukai tempat yang lembab dan basah (pada kulit kayu,
batuan, dan tembok). Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut
gambut (sphagnum sp.). walaupun demikian lumut masih sangat memerlukan air,
tanpa air organ reproduksinya tidak dapat masak atau pecah (merekah).
Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekat dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), oleh karena itu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof.
Berdasarkan kelompok (kelas) lumut terbagi menjadi lumut hati, lumut daun, dan lumut tanduk.
Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekat dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), oleh karena itu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof.
Berdasarkan kelompok (kelas) lumut terbagi menjadi lumut hati, lumut daun, dan lumut tanduk.
I.2 Maksud dan Tujuan
Adapun tujuan dari laporan tugas kelompok ini
adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengetahui macam-macam kelas lumut .
2. Untuk
mengetahui ciri-ciri dan bagian-bagian lumut daun.
3. Untuk
mengetahui peranan-peranan dari lumut daun.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
II.1 Defenisi Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang
termasuk dalam Bryophytin (dari bahasa Yunani bryum, "lumut").Daun
tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan
pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini
terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang
dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber
hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.Tumbuhan
lumut adalah tumbuhan darat sejati, walaupun masih banyak yang menyukai tempat
yang lembab dan basah (pada kulit kayu, batuan, dan tembok). Lumut yang hidup
di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). walaupun
demikian lumut masih sangat memerlukan air, tanpa air organ reproduksinya tidak
dapat masak atau pecah (merekah).Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada,
tumbuhan ini melekat dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), oleh karena itu
tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita)
dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga
sifatnya autotrof.
II.2
Karakteristik dan Ciri-ciri Umum:
1. Fotosintesis, multiseluler dan eukariotik
2. Tak memiliki akar, batang dan daun sejati (talus)
3. Tak memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem)
4. Mengalami pergiliran keturunan (dari gametofit – sporofit)
5. Reproduksi seksual dan aseksual (spora)
6. Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut
(xilem dan floem).
Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut.Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofil a dan b. lumut bersifat autotrof. Lumut merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan lumut berkormus dan bertalus. Lumut dapat beradaptasi untuk tumbuh di tanah, belum mempunyai jaringan pengangkut, sudah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
Batang dan daun tegak memiliki susunan berbeda-beda. Batang apabila dilihat secara melintang akan tampak susunan sebagai berikut selapis sel kulit, lapisan kulit dalam (korteks), silinder pusat yang terdiri sel-sel parenkimatik yang memanjang untuk mengangkut air dan garam-garam mineral; belum terdapat floem dan xilem. Sel-sel daunnya kecil, sempit, panjang, dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Lumut hanya dapat tumbuh memanjang tetapi tidak membesar, karena tidak ada sel berdinding sekunder yang berfungsi sebagai jaringan penyokong. Rizoid seperti benang sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap garam-garam mineral.
II.3 Pergiliran Keturunan Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut
mengalami pergiliran keturunan
dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal
orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n).
Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan
tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.Sel-sel kelamin jantan (sel
sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di
dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin
ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas
sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi
lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.Ovum yang terbuahi akan
tumbuh menjadi sporofit yang
tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x =
2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit
akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium
berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis.
Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu
berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini
tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit
BAB
III
LUMUT
DAUN
III.1 Definisi Lumut Daun (Bryopsida sp)
Lumut daun (Bryopsida
sp) juga disebut lumut sejati. Bentuk tubuhnya berupa tumbuhan kecil dengan
bagian seperti akar (rizoid), batang dan daun. Reproduksi vegetatif dengan
membentuk kuncup pada cabang-cabang batang. Kuncup akan membentuk lumut
baru.Lumut daun banyak terdapat ditempat – tempat yang lembab, mempunyai
struktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun.Bryopsida
adalah kelas yang terbesar di antara anggota Bryophyta lainnya dan paling
tinggi tingkat perkembangannya karena baik gametofit maupun sporofitnya sudah
mempunyai bagian-bagian yang lebih kompleks. Gametofit dari lumut daun umumnya
dibedakan dalam 2 tingkatan yaitu protonema yang terdiri dari benang
bercabang-cabang, dan gametafora yang berbatang dan berdaun.Sporogonium dari
lumut daun terdiri atas bagian kaki, seta dan kapsul. Selanjutnya bagian kapsul
mempunyai bagian-bagian yang dinamakan apofise, kotak spora atau teka, dan
tutup atau operculum. Kebanyakan ahli bryologi membagi Bryopsida menjadi 3 anak
kelas yaitu Sphagnidae, Andreaeidae, dan Bryidae. Perbedaan dari ketiga anak
kelas tersebut terutama terletak pada struktur anatomi sporogoniumnya. Anak
kelas Sphagnidae mempunyai ciri-ciri antara lain: protonema berbentuk daun
kecil yang terdiri dari satu lapis sel, gametafora pada ujungnya membentuk
cabang-cabang sebagai roset yang menyerupai jambul dan tidak mempunyai rizoid.
Sporofit didukung oleh perpanjangan ujung batang yang namanya pseudopodium.
Andreaeidae mempunyai persamaan dengan Sphagnidae dalam hal sporofitnya yang
didukung oleh pseudopodium, tetapi berbeda dalam hal cara membukanya kapsul
spora yaitu dengan membentuk 4 katup. Anggota Bryidae yang tergolong Stegocarpi
mempunyai peristoma pada kapsul sporanya, didasarkan atas sifat dari
peristomanya Bryidae dibedakan menjadi 2 golongan yaitu Nematodonteae dan
Arthrodonteae.Peristoma adalah gigi-gigi atau rambut-rambut yang mengelilingi
stoma pada kapsul spora-spora yang dapat mengadakan gerakan higroskopis, yaitu
apabila spora-spora sudah masak peristoma bergerak membuka ke arah luar hingga
spora dapat keluar. Dalam klasifikasi lumut daun, bentuk kapsul, jumlah gigi
peristom, bentuk operkulum maupun kaliptra dapat dijadikan dasar penggolongan
yang penting. Protonema sekunder ialah protonema yang tidak berasal dari
perkecambahan spora, biasanya berupa benang-benang hijau seperti ganggang.
Melalui tunas-tunas yang timbul dari prononema sekunder dapat terbentuk
individu yang lebih banyak.Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara
generasi haploid dengan diploid.Sporofit pada umumnya lebih kecil , berumur
pendek dan hidup tergantung pada gametofit. Contoh lumut ini antara lain:
polytricum juniperinum, furaria, pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan
lumut gambut sphagnum.
III.2 Ciri-ciri Lumut Daun
1. Fase
dominannya adalah fase gametofit
2. Akarnya
belum berupa akar, masih berupa rhizoid reproduksi vegetatif dengan spora,
generatif dengan arkegonium yang menghasilkan ovum dan anteridium yang
menghasilkan sperm.
3. Mempunyai
struktur seperti akar (rizoid) dan struktur seperti daun.
Sporofit pd umumnya lebih kecil, berumur pendek, dan hidup tergantung pada gametofit.
Sporofit pd umumnya lebih kecil, berumur pendek, dan hidup tergantung pada gametofit.
4. Tubuhnya
mempunyai struktur yg mirip batang, daun, dan akar, tetapi tdk mempunyai
sel/jaringan dan fungsi spt pada tumbuhan tingkat tinggi
gametofit dibedakan dgn 2 tingkatan, yaitu protonema yg berbntk benang dan gametofora yg berupa tumbuhan lumutsporofitnya terdiri dari bagian seta, apofiksis, kapsul, gigi peristom, dan kaliptra spora terdiri 2 lapisan, yaitu endospora dan eksospora, habitatnya pada tempat lembab
gametofit dibedakan dgn 2 tingkatan, yaitu protonema yg berbntk benang dan gametofora yg berupa tumbuhan lumutsporofitnya terdiri dari bagian seta, apofiksis, kapsul, gigi peristom, dan kaliptra spora terdiri 2 lapisan, yaitu endospora dan eksospora, habitatnya pada tempat lembab
Tempat hidup
Lumut daun dapat tumbuh diatas tanah-tanah gundul yang periodik mengalami masa
kekeringan, bahkan diatas pasir yang bergerakpun dapat tumbuh. Selanjutnya
lumut-lumut ini dapat juga kita jumpai diantara rumput-rumput, diatas batu-batu
cadas, pada batang pohon dan cabang-cabang pohon, dirawa-rawa, tetapi jarang
didalam air.
Susunan Tubuh
Tumbuhan tersusun dari sumbu (batang), daun, dan rizoid multiseluler. Daun
tersusun dalam 3 sampai 8 baris. Daun mempunyai rusuk (simetri radial). Sumbu
batang pada lumut daun biasanya menunjukkan diferensiasi menjadi epidermis
korteks, dan silinder pusat.Alat kelamin tubuh pada bagian ujung batang,
sporogonium terdiri dari kaki, tangkai dan kapsul. Gigi peristoma terdapat satu
atau dua deret melingkari lubang diujung kapsul.
III.3
Perkembangbiakan Lumut Daun
Alat-alat kelamin terkumpul pada ujung batang atau pada ujung cabang-cabangnya,
dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya paling atas. Daun-daun itu
kadang-kadang mempunyai bentuk dan susunan yang khusus seperti pada
jungermaniales juga dinamakan periantum.Alat-alat kelamin itu dikatakn bersifat
banci atau berumah satu, jika dalam kelompok itu terdapat baik arkogenium dan
dinamakn berumah dua jika kumpulan arkegonium dan anteredium terpisah
tempatnya. Diantara alat-alat kelamin dalam kelompok itu biasanya terdapat
sejumlah rambut-rambut yang terdiri dari banyak sel dan dapat mengeluarkan
suatu cairan. Seperti pada tubuh buah fungi rambut-rambut steril itu dinamakan
parafisis.
PERANAN
a)Fungsi
-Memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons).
a)Fungsi
-Memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons).
-Bisa digunakan sebagai ornament tata ruang.
-Spagnum sebagai pembalut atau pengganti kapass, jika Spagnum ditambahkan
ke tanah dapat menyerap air dan menjaga kelembaban tanah.
b)Manfatat
lumut ini dipercaya bisa digunakan sebagai bahan obat, meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis. Secara tradisional lumut dari marga Usnea dipakai untuk obat diare atau sakit perut dengan cara direbus.. Sementara dari marga lumut spagnum dikenal sebagai obat penyakit kulit dan mata.
b)Manfatat
lumut ini dipercaya bisa digunakan sebagai bahan obat, meski masih diperlukan penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis. Secara tradisional lumut dari marga Usnea dipakai untuk obat diare atau sakit perut dengan cara direbus.. Sementara dari marga lumut spagnum dikenal sebagai obat penyakit kulit dan mata.
BAB IV
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil kuliah pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Lumut merupakan
tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah
2. Tumbuhan lumut daun
memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena
sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan.
3.
Tumbuhan ini juga dikenal sebagai tumbuhan perintis,
mampu hidup di lingkungan yang kurang disukai tumbuhan pada umumnya.
4.
Beberapa tumbuhan lumut dimanfaatkan sebagai ornamen
tata ruang. Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit
dan mata.

Kepulauan Riau Time
Indonesian Rupiah Converter
0 komentar:
Posting Komentar